9/30/09
9/29/09
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
back to reality! harusnya kemaren posting, karena udah masuk kantor. tapi koneksi internet lagi dudul banget. susah buka blog. cret.
selamat idul fitri (telat banget yee)
kemaren liburan seminggu 'pulang kampung' ke Surabaya bareng keluarga pondok pinang. seru. surabaya ok juga makanannya. ngga ok cuacanya. panas gila. nanti deh kalo rajin posting2 foto.
thanks to uci, om gendut + keluarga surabaya. :)
9/18/09
FAVORITE CHARACTER: MOLE
semalem bukber sama mbul di BISS. macet gilo menuju kesana, dan pas di liat arah tendean - pancoran mampus aje. jadinya iseng nonton di pasific place. belum pernah nonton di blitz sana. pilih film g-force.
filmnya biasa banget. cocoknya buat anak kecil aja. huhuhu.. trus nonton di blitz, tetep ngga enak. hohohoho..
yang mantab memang cuma velvet room aja nih dari blitz. kemarenpun popcorn caramel nya ngga enak.. gosong.. ngantri pula 10 menit! doh!
9/17/09
MAY U REST IN HELL

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri memastikan, satu dari empat korban tewas dalam penggerebekan oleh Tim Densus 88 di Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/9), adalah gembong teroris yang selama ini dicari, Noordin M Top.
Kepastian ini disampaikan Kapolri seusai menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Kamis sore ini. "Ya-ya-ya," ujar Kapolri sambil mengacungkan dua jempolnya dan tersenyum saat ditanya wartawan, apakah benar Noordin tewas dalam penggerebekan itu.
Ditanya Kompas dari mana kepastian itu diperoleh, apakah melalui identifikasi DNA atau sidik jari, dia menjawab, "Nanti, penjelasannya di Mabes Polri sore ini."
Kedatangan Kapolri ke Istana pun di luar jadwal, tetapi hal ini biasa dilakukannya tiap kali berlangsung operasi terorisme. Hal serupa dilakukan Kapolri seusai melakukan operasi penggerebekan di Jatiasih, Bekasi, dan Temanggung, Jawa Tengah.
OZAWA COMES TO TOWN
JAKARTA, KOMPAS.COM - Artis cantik asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, akan main film di Indonesia. Berbeda dengan kebiasaan dia di Jepang yang terkenal karena film-film birunya, di Indonesia Miyabi akan bermain untuk film "nonbiru" yang berjudul Menculik Miyabi.
Film ini menceritakan seorang gadis cantik asal Jepang yang merantau ke Indonesia dengan tujuan untuk berbisnis. Dia akhirnya mendirikan toko Miyabi Lingerie.
Cerita berlanjut ke tiga mahasiswa yang lagi bingung mencari kado buat ulang tahun perempuan yang mereka cintai. Ketiga cowok anak kuliahan ini malah terobsesi dengan kecantikan Miyabi. Ketiganya pun menculik Miyabi.
Miyabi akan datang ke Jakarta tanggal 14 Oktober mendatang dan memulai shooting tanggal 15 hingga 22 Oktober. Petugas Humas Maxima Pictures, Erlina S, membenarkan perihal kabar kedatangan Miyabi itu.
Tidak jelas berapa honor bintang film yang laris di Jepang ini. "Wah, itu sih rahasia perusahaan dong,"
kata Erlina ketika ditanya tentang hal itu.
Miyabi adalah artis film porno papan atas di Jepang. Dia tinggal di apartemen mewah dengan nilai sewa Rp 16 juta per bulan.
Selama Miyabi berada di sini nanti, tidak sembarang orang bisa mendekat, apalagi bersalaman, dengan dia. Menurut Erlina, Miyabi akan mendapatkan hak eksklusif seorang artis. Dia akan mendapatkan penjagaan superketat.
Wanita yang biasa disapa Butet ini mengungkapkan, agen artis Miyabi juga melakukan hal yang serupa untuk Miyabi di Jepang. "Pokoknya, apa kemauan dia akan dipenuhi oleh agennya," ujarnya.
Makanya, meskipun Miyabi merupakan bintang porno, di sana tak seorang pun yang mencemoohnya.
Penulis skenario Raditya Dika mengakui dirinya tengah menulis skenario Menculik Miyabi. Menurut dia, film tersebut bebas dari kevulgaran meski yang menjadi bintangnya adalah aktris film panas.
"Di sini yang menarik adalah sosok Miyabi dari sisi humanisnya. Yang terpenting kita mau kasih lihat, bintang panas itu manusia juga," katanya.
Miyabi lahir pada 8 Januari 1986. Dia berdarah campuran Jepang, Perancis, dan Kanada. Wajahnya yang eksotis membuatnya cepat terkenal.
Dia memulai kariernya sebagai model untuk situs shirouto-teien, yang menghasilkan banyak set fotografi dan 2 video gonzo hardcore. Sl secara rutin merilis satu video Miyabi per bulannya.
Miyabi juga tampil dalam banyak video kompilasi Sl pada acara AV Open 2006, yakni sebuah kompetisi antarstudio film biru Jepang yang bertujuan untuk mengetahui studio mana yang bisa memproduksi video dengan penjualan tertinggi. (Warta Kota/tat) Read more...9/14/09
7-10 YEARS OF JAM
KOMPAS.com — Pernah kesal ketika laju mobil Anda mendadak dipotong oleh pengendara sepeda motor ugal-ugalan atau angkutan umum yang mengetem sembarangan? Frustrasi saat terjebak macet sampai tidak ada jalan untuk sepeda motor Anda? Akhirnya, trotoar pun diterjang, tak peduli kepada pejalan kaki.
Kekacauan lalu lintas di Jakarta memang terlalu kompleks untuk digambarkan. Berbagai tingkah laku buruk pengendara mulai dari kebut-kebutan, melanggar rambu, buang sampah seenaknya dari balik jendela mobil-mobil mulus, hingga meludah sembarangan sudah biasa terlihat di jalan, atau kita sendiri melakukannya? Tidak ada yang merasa bersalah.
”Semua pengendara dari yang punya mobil pribadi, sepeda motor, angkot, sampai penarik gerobak pemulung itu egois. Maunya jalannya sendiri yang lancar. Mereka atau kita sebagai pengendara jelas salah. Namun, ini semua terjadi akibat ketiadaan sistem transportasi yang memadai,” kata Tulus Abadi, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), pekan lalu.
Semua pakar atau pengamat masalah perkotaan dan pembuat kebijakan di Jakarta, sebut saja Yayat Supriyatna dan Trisbiantara dari Universitas Trisakti, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Edie Toet Hendratno, serta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, sepakat bahwa masalah kekacauan lalu lintas hanya bisa terurai jika mass rapid transit (MRT) bisa diwujudkan.
Namun, Rabu (9/9), Menteri Perhubungan baru menetapkan Nippon Koei sebagai pemenang konsultan desain dasar MRT. Target penyelesaian proyek yang awalnya 2016 karena keterlambatan penetapan konsultan dipastikan mundur satu-dua tahun. Paling tidak, masyarakat Jakarta harus bersabar 7-10 tahun lagi untuk bisa menikmati MRT.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bisakah warga Jakarta bertahan dalam kekacauan selama jangka waktu itu? Padahal, dipastikan angka pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor setiap tahun terus bertambah, tetapi luas jalan nyaris tidak bertambah.
Sesuai data dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta dan Kepolisian Daerah Metro Jaya, panjang jalan di Jakarta sekitar 7.650 kilometer dengan luas 40,1 kilometer persegi. Panjang jalan ini hanya 6,28 persen dari luas wilayahnya. Sementara jumlah kendaraan bermotor di wilayah DKI Jakarta mencapai 9.993.867 unit hingga Juni 2009.
Dinas Perhubungan DKI mencatat pertumbuhan kendaraan mencapai 10,79 persen per tahun. Sepuluh tahun ke depan, tanpa pengendalian, jumlah kendaraan bermotor bisa dua kali lipat jumlah tahun ini.
Ketua Program Studi Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Hamdi Muluk kembali mengingatkan, kekacauan lalu lintas yang berimbas pada lamanya waktu berkendara di jalan menyebabkan tekanan mental pada setiap warga Jakarta. Saat tekanan makin kuat, pada waktu tertentu, kesabaran warga akan hilang. Akibatnya, warga bisa makin apatis dan sesukanya. Pada puncaknya amat mungkin terjadi amok massa.
Tiga pemecahan
Tulus Abadi menegaskan, menjamin agar hak publik, yaitu mobilitas warga yang aman, nyaman, dan tertib, terjaga adalah kewajiban pemerintah. Mau tidak mau semua pihak, khususnya pemerintah, harus mulai menentukan kebijakan yang tepat untuk mengendalikan sekaligus melindungi warga.
Sekali lagi Tulus meminta agar pemerintah tidak menelurkan solusi parsial. Solusi itu misalnya pembuatan enam ruas jalan tol. Meskipun menambah panjang dan luas jalan yang ada, namun karena tetap bermuara di ruas-ruas jalan yang ada justru memicu kemacetan yang amat besar.
YLKI, didukung para pakar perkotaan, justru meminta jalur-jalur bus transjakarta segera diselesaikan dan difungsikan, membatasi kepemilikan dan penggunaan kendaraan pribadi, serta mulai mendidik perilaku tertib pengendara sejak dini. Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Condro Kirono dan wakilnya, Ajun Komisaris Besar Yaya Armudianto, juga mengusulkan solusi serupa.
”Meskipun banyak kekurangannya, bus transjakarta adalah salah satu angkutan massal, selain kereta api, yang saat ini sudah kita miliki. Bus jalur khusus dan kereta api harus dimaksimalkan. Apalagi sebagian besar infrastrukturnya sebenarnya sudah tersedia, tinggal digenjot saja,” kata Tulus.
Pembatasan kendaraan memang harus dilakukan. Setidaknya DKI harus bisa menekan habis pertumbuhan jumlah kendaraan. Caranya, pengurangan produksi industri otomotif, mengalihkan sasaran penjualan otomotif ke luar Jakarta, menaikkan pajak kendaraan bermotor, biaya parkir, hingga memperketat perolehan surat izin mengemudi (SIM).
Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Nuzul Achjar, yakin, ketika ide pembatasan dilontarkan, produsen otomotif akan khawatir industri mereka terganggu. Padahal, di sisi lain, ekonomi Indonesia dan juga pembangunan infrastruktur di negara ini sejak masa Orde Baru amat bergantung pada industri otomotif.
Kondisi ini sengaja diciptakan demikian karena kepentingan segelintir penguasa kala itu dan mungkin masih berlanjut hingga kini. Padahal, pembatasan bisa dilakukan tanpa membuat industri otomotif gulung tikar. Berdasarkan hasil studi YLKI di beberapa kota metropolitan, seperti New York di Amerika Serikat, Singapura, dan kota-kota besar di Asia lainnya, tingkat penjualan mobil tetap tinggi meskipun tarif parkir di pusat kota sangat mahal dan pajak dipatok tinggi.
”Ini karena mobil menjadi alat transportasi andalan bagi warga di luar kota besar. Mobilitas dari daerah pinggiran ke kota tetap ditopang oleh mobil pribadi. Namun, saat memasuki pusat kota, mereka berpindah bergantung pada angkutan umum yang lebih murah dan efisien,” kata Tulus.
Nuzul menambahkan, mobil bagaimanapun akan dilirik karena bersifat fungsional dan ekonomis saat digunakan berakhir pekan bersama keluarga. Suatu kebiasaan di negara maju yang sibuk dan kesempatan bertemu keluarga hanya pada hari Sabtu dan Minggu.
”Akan tetapi, untuk bisa menyetir mobil, tes-tes untuk mendapatkan SIM amat sulit. Bukan dipersulit, tetapi benar-benar mengajarkan dan menguji calon pengendara paham maksud rambu-rambu lalu lintas, serta bagaimana berperilaku yang baik di jalan,” kata Nuzul.
Kesimpulannya, kata Tulus maupun Nuzul, pembatasan industri otomotif tak akan merugi dan menciptakan banyak penganggur. Yang diperlukan adalah kebijakan tepat dari pemerintah dalam mengatur keseimbangan antara laju industri dan ketersediaan infrastruktur. Pekerjaan ini memang bukan menjadi beban Pemerintah Provinsi DKI, tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Pendidikan dini
Selanjutnya, Tulus meminta agar pendidikan berperilaku di jalan dengan sopan dan taat rambu mulai dilakukan. Tindakan tegas dengan pengerahan petugas untuk menjatuhkan sanksi berat bagi setiap pelanggar wajib dilakukan. Selain itu, berlalu lintas menjadi bagian pelajaran wajib sejak di taman kanak-kanak. Tidak harus mengubah kurikulum, cukup masukkan dalam pelajaran tambahan secara rutin.
”Warga juga diajarkan mulai paham bahwa untuk menggunakan angkutan umum memang terkadang harus berjalan kaki ke halte, terminal, atau stasiun terdekat. Tidak seperti kendaraan pribadi yang bisa langsung dari rumah ke tujuan,” kata Tulus.
Pemerintah, lanjut Tulus, diminta mengimbangi dengan menyediakan jalur pejalan kaki yang baik. Selain itu, naik angkot memang harus mau berdesak-desakan. Namun, dengan sistem angkutan yang baik, seperti MRT, tidak ada lagi asap, bebas macet, dan tentu saja lebih cepat.
Jika pembatasan kendaraan, pembenahan sistem angkutan umum, dan pendidikan berperilaku dilakukan, dalam jangka 7-10 tahun lagi, seiring MRT terealisasi, kekacauan lalu lintas di Jakarta dapat diatasi.
Read more...9/11/09
SHAME ON: PART TWO
DEPOK, KOMPAS.com - Pakar mengenai Malaysia, dari Universitas Indonesia (UI), Linda Sunarti mengatakan aksi sweeping yang dilakukan sejumlah warga negara Indonesia terhadap warga Malaysia tidak akan menyelesaikan masalah. "Aksi sweeping tersebut malah akan memperkeruh suasana saja. Jangan cepat terprovokasi tidak ada gunanya," kata Linda Sunarti di Depok, Jumat (11/9).
Sejumlah orang yang tergabung dalam Banteng Demokrasi Rakyat, men-sweeping warga negara Malaysia yang berada Jakarta, Selasa (8/9). Mereka melakukan sweeping sebagai protes atas tindakan Malaysia yang mengklaim sejumlah kekayaan budaya Indonesia.
Linda mengatakan bagaimana jika aksi tersebut mendapat balasan dari Malaysia terhadap warga Indonesia yang berada di Malaysia. Masalah tersebut akan bertambah runyam, karena ada sekitar 2 juta warga Indonesia yang bekerja di Malaysia.
Menurut dia, aksi tersebut dilatarbelakangi karena ketidaktahuan mereka akan akar permasalahan terjadi sesungguhnya. Ia mengatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia memasuki babak baru yaitu Malaysia yang dulu dianggap "anak bawang" mulai menunjukkan kemajuan dan meninggalkan Indonesia. "Di sinilah Indonesia sepertinya sensitif dengan apa yang dilakukan Malaysia," jelasnya.
Ia juga menilai aksi tersebut karena pemberitaan media terutama televisi yang terlalu memanaskan situasi yang ada, sehingga sejumlah warga Indonesia ada yang terprovokasi.
Linda mencontohkan Lagu kebangsaan Malaysia "Negaraku" diduga hasil jiplakan lagu Indonesia berjudul "Terang Bulan". "Masalah ini kan sudah selesai sejak tahun 1957, kenapa diungkit-ungkit lagi," tanyanya.
Selain itu permasalahan Pulau Jemur yang katanya diklaim milik Malaysia, juga sebenarnya belum jelas, namun pemberitaan media terlalu berlebihan. "Seharusanya semua harus mengerti terlebih dahulu akar permasalahannya," katanya.
Mengenai masalah klaim masalah kebudayaan oleh Malaysia terhadap budaya Indonesia, Linda mengatakan seharusnya melakukan "counter attack" dengan melakukan promo budaya ke dunia internasional, misalnya melalui tayangan di Discovery Channel."Kita memang harus mawas diri terhadap kekayaan budaya," jelasnya.
Linda juga mengkritisi pemberitaan media Malaysia terhadap Indonesia yang lebih banyak memberitakan tentang kerusuhan, antri sembako yang menyebabkan tewasnya seseorang, sehingga menimbulkan kesan yang jelek terhadap Indonesia. "Mungkin itu merupakan "grand design" pemerintah Malaysia untuk tetap menjaga status quo. Mereka ingin memperlihatkan bahwa inilah dampaknya demokrasi," katanya.
Untuk itu kata Linda agar hubungan antara Indonesia dan Malaysia menjadi harmonis perlu diintensifkan dialog antar pemerintah, dan juga mengadakan pertukaran pemuda Indonesia dan Malaysia. "Para pemuda Malaysia menginap beberapa lama di Indonesia, begitu juga sebaliknya untuk saling mengenal," katanya.



